April 14, 2026

BGN Tegaskan Motor Listrik Sesuai Standar, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

0
ilustrasi-motor-operasional-badan-gizi-nasional-kapasitas-baterai-motor-listrik-tersebut-tergolong-kecil-jika-dibandingkan-dengan-merek-lain-foto-ai-kioZh

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan sesuai standar, kebutuhan operasional, serta mekanisme yang berlaku. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut kendaraan tersebut identik dengan produk murah di platform Alibaba dengan harga sekitar Rp10 juta.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. “Perbandingan itu tidak apple to apple karena tidak memperhitungkan spesifikasi teknis, kualitas, serta kebutuhan operasional di lapangan,” jelasnya.

BGN diketahui telah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kendaraan tersebut terdiri dari dua tipe, yakni Emmo-JVX GT untuk kebutuhan medan berat dan Emmo-JV Max untuk operasional umum. Kedua tipe ini dipilih untuk menjawab tantangan distribusi layanan gizi, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

Motor listrik tipe trail Emmo-JVX GT dibeli dengan harga sekitar Rp43,3 juta per unit, sedangkan tipe bebek Emmo-JV Max sekitar Rp41,7 juta per unit. Pemerintah menegaskan bahwa harga tersebut mencerminkan spesifikasi kendaraan, kualitas komponen, serta kesiapan operasional dalam mendukung program nasional.

Menanggapi isu yang menyamakan produk tersebut dengan motor listrik di Alibaba, Dadan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. “Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya sekitar Rp7 juta, belum termasuk dinamo, controller, dan komponen lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa motor listrik yang digunakan BGN merupakan bagian dari ekosistem produk yang memiliki standar internasional. Produk serupa dikenal dengan merek lain di pasar global dan telah digunakan di berbagai negara, termasuk dalam kegiatan operasional di sektor publik.

Pengadaan motor listrik ini ditujukan untuk mendukung mobilitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. “Kendaraan ini akan digunakan untuk operasional SPPG, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” tambah Dadan.

Saat ini, seluruh unit kendaraan masih berada dalam tahap penyimpanan sebelum didistribusikan secara bertahap. “Sekarang masih berada di gudang distributor dan akan didistribusikan sesuai kebutuhan operasional,” ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 dan tidak dilakukan pengadaan ulang pada 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan telah dirancang secara terukur dan sesuai kebutuhan program.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran negara. “Setiap pengadaan harus tepat guna, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta melakukan verifikasi dari sumber resmi.

Melalui klarifikasi ini, pemerintah memastikan bahwa pengadaan motor listrik BGN telah dilakukan sesuai standar dan kebutuhan operasional. Informasi yang menyebut kendaraan tersebut berasal dari produk murah di platform internasional tidak benar dan merupakan bentuk disinformasi.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang informasi publik yang sehat, berbasis fakta, serta mendukung pelaksanaan program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *