Program Cek Kesehatan Gratis Menegaskan Kehadiran Negara di Papua
Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap hak dasar masyarakat Papua untuk memperoleh layanan kesehatan yang setara dan bermutu. Di tengah tantangan geografis dan karakteristik sosial yang khas, kebijakan ini hadir bukan sekadar sebagai program teknis, melainkan sebagai wujud konkret kehadiran negara dalam membangun kualitas hidup masyarakat Papua secara berkelanjutan. Pemerintah menempatkan kesehatan preventif sebagai fondasi utama pembangunan manusia, sejalan dengan visi nasional untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Pelaksanaan CKG di Papua Tengah mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan nasional secara konsisten dan adaptif. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah, Dokter Agus memandang program CKG telah berjalan dan terus diperkuat melalui proses pendataan penduduk yang terintegrasi dengan puskesmas dan pemerintah kabupaten. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat terlayani secara merata, sekaligus membangun basis data kesehatan yang akurat sebagai landasan perencanaan kebijakan jangka panjang.
Inovasi pelayanan menjadi salah satu kekuatan utama implementasi CKG di Papua Tengah. Pemerintah daerah secara proaktif memanfaatkan ruang publik seperti kegiatan Car Free Day untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat. Kolaborasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan puskesmas memperlihatkan sinergi antarlembaga yang solid. Model pelayanan ini tidak hanya memudahkan akses kesehatan, tetapi juga menghidupkan ruang interaksi sosial dan mendukung pergerakan ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM, sehingga manfaat kebijakan dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.
Semangat yang sama juga terlihat di Papua Barat. Pemerintah provinsi secara strategis memanfaatkan kegiatan sosial dan keagamaan sebagai medium perluasan jangkauan CKG. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Dr. Alwan Rimosan menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan inklusif. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga, pemerintah memastikan bahwa program nasional ini benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua Barat.
Integrasi CKG dalam berbagai kegiatan sosial memperkuat pesan bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan formal, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Pendekatan ini selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan CKG sebagai program unggulan berorientasi hasil cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor yang dibangun pemerintah menjadi kekuatan utama dalam mempercepat capaian program.
Capaian nasional CKG semakin mempertegas keberhasilan arah kebijakan pemerintah. Puluhan juta penduduk telah merasakan manfaat layanan skrining kesehatan yang komprehensif, mulai dari kesehatan jiwa hingga deteksi dini penyakit menular dan tidak menular. Perluasan layanan ke lingkungan sekolah menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap pembentukan generasi sehat sejak usia dini. Target peningkatan cakupan yang terus dikejar mencerminkan perencanaan matang dan konsistensi pemerintah dalam menjadikan kesehatan sebagai prioritas pembangunan nasional, termasuk di wilayah Papua.
Di tingkat kabupaten, Manokwari menjadi contoh implementasi CKG yang progresif. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang menilai layanan CKG bagi anak usia sekolah sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini. Koordinasi yang erat antara sekolah dan puskesmas memungkinkan layanan kesehatan diberikan secara langsung dan terencana, sehingga capaian program terus meningkat. Pendekatan ini memperlihatkan efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat.
Pelaksanaan CKG di Manokwari juga menyasar masyarakat umum melalui pemanfaatan ruang publik dan pusat kegiatan warga. Pemerintah daerah aktif mendekatkan layanan kesehatan ke komunitas, rumah ibadah, dan lokasi keramaian lainnya. Langkah ini mempertegas peran negara sebagai fasilitator yang hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Pemerintah secara berkelanjutan memperkuat sosialisasi CKG untuk membangun pemahaman bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan saat sakit, melainkan sebagai upaya pencegahan yang memberikan manfaat jangka panjang. Dengan pendekatan edukatif dan persuasif, masyarakat diajak untuk memanfaatkan hak kesehatan yang difasilitasi negara. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun budaya kesehatan preventif yang menjadi fondasi ketahanan nasional di bidang kesehatan.
Secara keseluruhan, Program Cek Kesehatan Gratis di Papua menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan daerah. Sinergi pusat dan daerah, inovasi pelayanan, serta pendekatan yang humanis menjadikan CKG sebagai instrumen penting dalam memperkuat kehadiran negara di Tanah Papua. Dengan konsistensi dan dukungan berkelanjutan, program ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.
)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua
