Januari 20, 2026

Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi 2026 untuk Kesejahteraan dan Pertumbuhan Berkelanjutan

0
WhatsApp-Image-2026-01-19-at-090047-2556510406

JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyiapan Paket Ekonomi 2026. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga daya beli, serta menciptakan kepastian dan keberlanjutan bagi dunia usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu instrumen utama yang kembali dilanjutkan dalam Paket Ekonomi 2026 adalah insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 0,5 persen bagi UMKM. Kebijakan ini dinilai strategis karena memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta membuka lapangan kerja baru.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mematangkan berbagai regulasi dan dukungan anggaran agar program stimulus ekonomi dapat berjalan berkesinambungan pada 2026.

“Pemerintah terus mempersiapkan kelanjutan paket ekonomi, termasuk program magang nasional serta kepastian pemanfaatan insentif PPh final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029,” ujar Haryo.

Pemerintah juga telah menetapkan skema jangka waktu pemanfaatan insentif PPh final UMKM yang jelas dan terukur, sesuai dengan karakteristik wajib pajak. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 sebagai bentuk kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keberlanjutan insentif PPh final UMKM mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap sektor usaha rakyat.

“Pajak final UMKM sebesar 0,5 persen kami lanjutkan hingga 2029. Kepastian ini penting agar pelaku usaha dapat merencanakan pengembangan bisnisnya dengan lebih percaya diri,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan resilien. Stabilitas makroekonomi terjaga, inflasi berada dalam rentang sasaran, pasar keuangan menunjukkan kinerja positif, dan sektor riil terus bergerak ekspansif. Kondisi ini memperkuat optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4 persen pada 2026 dapat dicapai.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa kebijakan fiskal pemerintah tetap dijalankan secara disiplin dan kredibel.

“Pemerintah telah menyalurkan stimulus ekonomi secara terukur untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung UMKM, dan memperkuat sektor-sektor strategis,” ujarnya.

Melalui Paket Ekonomi 2026, pemerintah optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan terhadap UMKM, penguatan sumber daya manusia, serta kepastian kebijakan diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

[edRW]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *