Januari 21, 2026

Tokoh Agama Papua Minta Tindak Tegas OPM, Tegaskan Kekerasan terhadap Warga Sipil Bukan Perjuangan

0
6p5sinhcghdt1ts-1-1-scaled

Jayapura — Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Yones Wenda, dengan tegas mengecam aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil, khususnya di Kabupaten Yahukimo, dan meminta aparat keamanan tidak ragu menindak para pelaku.

Menurut Pdt. Yones, masyarakat sipil merupakan pihak yang tidak bersenjata dan tidak memiliki keterkaitan dengan konflik bersenjata. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap warga dinilainya sebagai perbuatan tidak manusiawi yang mencederai nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

“Saya menghimbau dengan tegas kepada TPN-OPM, khususnya yang berada di Kabupaten Yahukimo, agar jangan lagi membunuh atau menyakiti masyarakat sipil. Mereka tidak bersenjata dan hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga,” kata Pdt. Yones.

Ia menegaskan bahwa klaim perjuangan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengorbankan rakyat sendiri. Kekerasan terhadap warga sipil justru memperlihatkan penyimpangan arah perjuangan dan hanya menyisakan penderitaan bagi masyarakat.

“Kalau betul-betul berani berjuang, berjuanglah dengan cara yang benar. Jangan ganggu masyarakat sipil. Mereka bukan lawan. Tindakan menembak warga sipil lalu melarikan diri ke hutan hanya meninggalkan penderitaan bagi masyarakat yang tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Sebagai tokoh agama, Pdt. Yones secara terbuka meminta agar seluruh tindakan kekerasan terhadap rakyat Papua segera dihentikan. Ia menilai, aksi-aksi tersebut telah merusak tatanan kehidupan sosial dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Sebagai tokoh agama, saya menyampaikan dengan tegas, mulai hari ini, hentikan semua tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Jangan cari nama dan kepentingan dengan cara menyiksa rakyat Papua sendiri,” ucapnya.

Pdt. Yones juga meminta aparat keamanan TNI-Polri untuk bertindak tegas terhadap kelompok bersenjata yang terus mengganggu keamanan dan keselamatan warga. Menurutnya, penegakan hukum diperlukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas di Papua.

“Saya mohon kepada TNI-Polri agar menindak tegas pelaku-pelaku yang mengganggu keamanan dan menyiksa masyarakat. Itu bukan perjuangan yang benar karena mengganggu aktivitas negara dan kehidupan masyarakat,” ujar dia.

Seruan tersebut sejalan dengan langkah tegas aparat keamanan di lapangan. Satgas TNI Koops Habema sebelumnya berhasil mengevakuasi 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak akibat ancaman kelompok bersenjata OPM di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Operasi penyelamatan dilakukan secara terukur tanpa kontak senjata dan menunjukkan komitmen negara dalam melindungi warga sipil serta objek vital nasional.

Penindakan tegas terhadap kelompok bersenjata menjadi langkah penting untuk menghentikan siklus kekerasan dan memastikan masyarakat Papua dapat menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat. #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *